Wednesday, June 27, 2007

Bila Kran dibuka terlalu lebar….

(Berikut adalah obrolan imaginer antara si Petruk dan si Bagong)

Petruk : "Gong….kamu mengamati gak kalo sekarang ini di Negara "Blukutuk" terjadi perubahan yang cukup besar sejak terjadinya pergantian2 presiden dan gaya kepemimpinan…"

Bagong : "Iya Truk, aku juga mengamati hal yang sama…kenapa yach…?"

Petruk : "Sekarang ini katanya jamannya reformasi makanya siapa saja boleh mengekpresikan diri. Begitu presidennya tidak terlalu keras maka semua hal yang dulu sembunyi-sembunyi jadi keluar semua dan menampilkan diri. Beberapa hal yang dulunya tabu jadi kelihatan lumrah. Banyak orang yang tiba-tiba kelihatan menjilat kanan kiri, pasang nama dihadapan presiden. Dan macem-macem dech pokoknya. Sebenarnya bebas sich OK asal semua orang sudah siap utk diberi kebebasan."

Bagong : "Iya Truk…..memang aku kadang mengamati hal yang sama….aku lihat begitu sejak pergantian presiden beberapa tahun yg lalu itu…….."

Petruk : "Semoga aja presiden sekarang atau berikutnya bisa melihat dengan bijak permasalahan ini yach Gong..shg tetap bisa mengambil langkah strategis.
Di rumahmu ada kran air gak Gong…..?"

Bagong : "yach….jelas ada to Truk….kamu ini gimana lagi ngomong tentang Negara kok malah ngomongin kran……"

Petruk : "Nggak aku cuman mau tanya aja…..gini Gong…dirumahku itu air PAMnya kurang bagus….jadi agak banyak kotorannya gitu. Kalo mau dapat air yang bagus maka buka krannya harus kecil aja supaya air yang keluar tidak terlalu kotor…..kalo bukanya terlalu lebar maka pasti dech semua kotoran ikut keluar…jadi susah kontrol dan nyaringnya.
Makanya itu di rumahku kalo buka kran tidak terlalu lebar..supaya airnya tidak terlalu kotor. Bila kran dibuka terlalu lebar…..maka tau sendiri kan…….
Tapi kalo ada alat penyaring yg bagus maka kran dibuka lebarpun gak masalah supaya cepet full tandonnya. Atau kalo airnya memang kualitasnya bagus maka krannya dibuka lebarpun tidak masalah."

Bagong : "Maksudmu opo seh Truk….?"

Petruk : "Gak ngerti Gong…aku dewe yo bingung….wis ayo budal nemui Romo Semar."

No comments: